Layanan HCU Di RS Petukangan Yang Bisa Anda Rasakan Dengan BPJS

Layanan HCU Di RS Petukangan Yang Bisa Anda Rasakan Dengan BPJS

Dibanding ICU, HCU adalah jenis ruangan di rumah sakit yang mungkin tidak terlalu populer di telinga Anda. Padahal, fungsi ruangan ini tidak kalah pentingnya untuk memastikan pasien mendapat perawatan yang maksimal selama berada di fasilitas kesehatan tersebut. dan RS Petukangan memiliki fasilitas ruang HCU.

HCU adalah singkatan dari High Care Unit, merupakan unit perawatan rawat inap bagi para pasien dengan kondisi stabil dan sadar, tapi masih memerlukan pengobatan dan perawatan secara ketat.

Dengan kata lain, kondisi kesehatan mereka tidak terlalu gawat hingga harus dirawat di ICU atau Intensive Care Unit, tapi juga belum cukup sehat untuk ditempatkan di ruang rawat inap biasa.

Pasien ditempatkan di ruangan HCU agar lebih mudah dipantau dan dengan mudah dipindahkan ke ICU bila kondisinya memburuk. Sebaliknya, jika kondisinya membaik, pasien bisa dirawat lebih lanjut di ruang rawat inap biasa.

Berdasarkan keputusan Direktur Jenderal Bina Upaya Kesehatan Nomor HK.03.05/I/2063/11, ada 3 jenis HCU yang disediakan rumah sakit, yaitu:

  • HCU terpisah (separated/conventional/freestanding), yakni HCU yang ruangannya terpisah dari lCU
  • HCU terintegrasi (integrated), yaitu HCU yang menjadi satu dengan ICU
  • HCU paralel, yaitu HCU yang letaknya berdekatan atau bersebelahan dengan lCU

Kondisi kesehatan setiap pasien yang dirawat di HCU harus diawasi dengan ketat, dianalisis, dan mendapat tindakan medis yang diperlukan. Tim medis akan mengawasi kondisi pasien di HCU dalam aspek berikut ini.

  • Tingkat kesadaran
  • Fungsi pernapasan dan sirkulasi dengan interval waktu pemantauan minimal 4 jam atau disesuaikan dengan kondisi pasien
  • Keseimbangan cairan dengan interval waktu pemantauan minimal 8 jam atau disesuaikan dengan kondisi pasien
  • Pasien juga akan mendapatkan tambahan oksigen dengan menggunakan oksimeter secara terus-menerus.

Sementara itu, tindakan medis yang dapat dilakukan di HCU adalah sebagai berikut ini.

  1. Bantuan hidup dasar (BHD) dan bantuan hidup lanjut (BHL)

Dokter yang bertugas di HCU harus mampu membebaskan jalan napas pasien. Jika diperlukan, tim medis akan menggunakan alat bantu seperti pipa oropharingeal atau nasopharingeal. Tim medis juga harus bisa melakukan bantuan napas dengan kantung napas serta melakukan resusitasi cairan, defibrilasi, dan kompresi jantung luar.

  1. Terapi oksigen

Tindakan ini meliputi pemberian oksigen dengan berbagai alat, seperti kanul nasal, sungkup muka sederhana, sungkup muka dengan reservoir, maupun sungkup muka dengan katup.

  1. Pemberian obat-obatan

Dokter akan memberikan obat sesuai dengan kebutuhan pasien, misalnya obat antinyeri, aritmia jantung, inotropik, serta vasoaktif.

  1. Nutrisi enteral atau nutrisi parenteral campuran

Nutrisi enteral diberikan pada pasien yang tidak dapat mencukupi kebutuhan nutrisinya, dari mulut menuju lambung, menggunakan tube khusus maupun bantuan pompa mesin. Sementara itu, nutrisi parenteral campuran mengandung asam amino, glukosa, lemak, elektrolit, vitamin, serta trace elements.

  1. Fisioterapi

Jenis fisioterapi di HCU dilakukan sesuai dengan keadaan pasien.

  1. Evaluasi

Seluruh tindakan dan pengobatan yang dilakukan di HCU harus terus dianalisis.

Untuk memastikan tindakan medis di HCU sesuai dengan standar, setiap rumah sakit harus menyediakan minimal dokter spesialis, dokter, dan perawat yang berjaga selama 24 jam setiap hari. Idealnya, satu perawat hanya menangani maksimal 2 pasien.

Di Indonesia, HCU adalah salah satu fasilitas yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Artinya, jika dirawat di HCU menggunakan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), maka Anda tidak perlu membayar sepeser pun saat keluar dari rumah sakit, dengan syarat berikut ini.

  • Telah membayar iuran BPJS Kesehatan (termasuk JKN-KIS) tepat waktu, sehingga kepesertaan tetap aktif.
  • Melengkapi persyaratan administrasi, misalnya rujukan dari fasilitas kesehatan sebelumnya.
  • Membawa kartu BPJS saat hendak mendaftar di rumah sakit tujuan dan mengikuti sistem antrean yang berlaku di sana.
  • Melalui pemeriksaan instalasi gawat darurat (IGD), klinik rawat jalan, kamar operasi, atau ruang rawat inap
  • Mendapatkan persetujuan dari dokter penanggung jawab pasien (DPJP)

Adanya fasilitas ruang HCU yang dibiayi oleh BPJS ini tentunya akan sangat membantu masyarakat. Tidak semua rumah sakit memiliki layanan HCU, tetapi RS Petukangan memiliki fasilitas ini. Jadi, Anda tidak perlu khawatir jika membutuhkan ruang HCU, Anda bisa langsung menghubungi RS Petukangan untuk menanyakan ketersediaan dari ruangan.

Leave a Reply